Kamis, 28 Juli 2011

Pak Karbol


Buat saya tokoh ini begitu mengagumkan.

Bayangkan, ---bayangin ya?!-- ada dokter yang Profesor, spesialis ilmu faal --bahkan Universitas Indonesia menganugerahkan dirinya menjadi Bapak Ilmu Faal Indonesia. Masih inget patung beliau di UI Salemba yg sempat hilang dicuri?

Tokoh ini juga pilot TNI AU dengan pangkat terakhir Komodor Muda Udara, sekarang setara dengan Marsekal Pertama (Jendral bintang satu). Kemudian atas jasa2 beliau pangkatnya dinaikkan menjadi Marsekal Muda Anumerta.

Sepertinya ilmu kedokteran dan ilmu penerbangan belumlah mencakup semua yg ada pada dirinya. Tokoh ini juga paham betul tentang radio. Pasca proklamasi beliau membuat pemancar yg dinamakan Siaran Radio Indonesia Merdeka untuk menyiarkan proklamasi ke seluruh tanah air. Beliau juga merintis berdirinya Radio Republik Indonesi (RRI)

Saya masih ingat dulu baca di majalah Angkasa, ketika menjadi dosen beliau jg sering terbang dari satu tempat ke tempat yg lain dengan 'menyetir' pesawatnya sendiri. Luar biasa.... sekarang ada gak yah pilot yg jg dosen kedokteran???

Masih di majalah Angkasa, beliau dipanggil 'karbol' karena rambutnya yg ikal. Kalau gak salah sebutan karbol dari bahasa Belanda 'curleboll' mungkin kalau bahasa Inggrisnya 'curly'

Sebutan 'karbol' saat ini digunakan bagi taruna AAU. Harapannya agar para 'karbol' akan menuruti jejaknya. FYI, hal ini mengikuti AAU-nya AS dimana para tarunanya dipanggil 'dollie' dari nama Jendral Doolitle, penggagas 'Tokyo Raid', yg nonton 'Pearl Harbour' mungkin tau.

Beliau wafat tgl 29 Juli 1947 bersama perintis AU lainnya, Adisucipto dan Adisumarmo. Beliau Marsekal Muda Anumerta Prof. dr. Abdul Rahman Saleh, Sp.F

#besok hari bhakti tni-au
Apri Adi Sofyan W (Komisaris Mobile Koe)